CIANJUR, TRIBUN - Nasib ratusan calon tenaga
penggerak desa (TPD) atau dulunya disebut petugas lapangan keluarga
berencana (PLKB) di Kabupaten Cianjur terkatung-katung. Mereka pun resah
lantaran sudah menganggur hampir dua bulan.
Salah seorang calon
TPD yang enggan disebut namanya mengaku, keresahan itu disebabkan surat
keputusan (SK) pengangkatan sebagai TPD ditarik kembali Badan Koordinasi
Keluarga Berencana dan Pemberdayaan
Perempuan (BKBPP) Kabupaten Cianjur. Itu dialami seluruh calon TPD yang seharusnya diangkat pada tahun ini.
"Waktu itu bulan Juni SK sudah turun, tapi pada 28 Juli ditarik lagi. Entah kenapa alasannya SK itu ditarik lagi," ujar sumber yang juga bertugas mengkordinir calon TPD untuk mengadu ke DPRD Kabupaten Cianjur ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (26/8).
Dikatakan sumber yang merupakan seorang wanita di daerah Cianjur Selatan ini, jumlah TPD yang resah dengan kondisi tersebut sebanyak 220 orang. Ratusan TPD ini, katanya, kebanyakan berasal dari wilayah Cianjur Selatan.
Perempuan (BKBPP) Kabupaten Cianjur. Itu dialami seluruh calon TPD yang seharusnya diangkat pada tahun ini.
"Waktu itu bulan Juni SK sudah turun, tapi pada 28 Juli ditarik lagi. Entah kenapa alasannya SK itu ditarik lagi," ujar sumber yang juga bertugas mengkordinir calon TPD untuk mengadu ke DPRD Kabupaten Cianjur ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (26/8).
Dikatakan sumber yang merupakan seorang wanita di daerah Cianjur Selatan ini, jumlah TPD yang resah dengan kondisi tersebut sebanyak 220 orang. Ratusan TPD ini, katanya, kebanyakan berasal dari wilayah Cianjur Selatan.
"Alasannya
memang tidak tahu kenapa SK kami ditarik. Tapi dari keluhan
teman-teman, untuk bisa mendapatkan SK itu lagi harus menyerahkan
sejumlah uang. Tapi tidak tahu uang itu diberikan kepada siapa," kata
sumber.
Lebih lanjut, ujar sumber, setiap calon TPD itu diminta
uang dengan nilai yang bervariasi. Ia pun menyebut, sejumlah calon TPD
itu sudah ada yang menyerahkan sejumlah uang. Namun para calon TPD ini
belum menerima honor.
"Ada yang Rp 2 juta, bahkan ada juga yang
sudah menyerahkan Rp 6 juta. Tapi tidak tahu uangnya buat apa. Hanya
saja ada orang yang mengumpulkannya," kata sumber. Dikatakannya, setiap
calon TPD diberi honor sekitar Rp 750 ribu per bulannya.
Sementara
itu, Kepala BKBPP Kabupaten Cianjur, dr Gusti Otwin Ariono, membenarkan
jika ada penarikan SK calon TPD. Ia mengatakan penarikan SK yang
ditetapkan itu bukan tanpa alasan.
"Memang ada yang salah,
sekarang sedang diperbaiki. Sebentar lagi juga sudah selesai. Ini juga
sudah dikordinasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Cianjur,"
kata Otwin ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (26/8).
Lebih
lanjut, Otwin membantah, jika penarikan SK tersebut untuk menarik
sejumlah uang kepada calon TPD itu. Ia pun menampik jika pihaknya
menarik uang dengan nilai variatif.
"Kami tidak akan menarik
uang, tidak ada penarikan. Kalau ditarik nanti akan saya suruh
kembalikan yang minta uang itu," kata Otwin singkat. (*)

daftabet | Online Casino, Bingo and Games | ThauberBet.com
BalasHapusdaftabet.com is an dafabet online casino and 우리카지노 쿠폰 bingo website where you can play for real money online, 카지노사이트 live casino games, poker, bingo and many other casino games.